Sabtu, 28 Mei 2011

PERENCANAAN PESAN-PESAN BISNIS

Nama              : Fina Mardiah Haq
Npm                : 31209292
Kelas              : 2DD04
Dosen             : Bu Handayani
Komunikasi Bisnis (Softskill)

PERENCANAAN PESAN-PESAN BISNIS

Pesan atau message adalah alat-alat di mana sumber mengekspresikan gagasannya dalam bentuk bahasa lisan, bahasa tulisan ataupun perilaku nonverbal seperti bahasa isyarat, ekspresi wajah atau gambar-gambar. 
                                    Bagan. Unsur komunikasi pesan

Perencanaan pesan bisnis adalah proses komposisi penyusunan pesan bisnis. Proses itu sendiri terdiri dari perencanaan tujuan audiens, ide, saluran, pengorganisasian ide, membuat draf, merangkai kata / kalimat/ paragraph, dan merevisi.
Perencanaan bisnis merupakan satu langkah strategis bagi pencaaian tujuan suatu organisasi secara menyeluruh. Pesan-pesan bisnis yang terencana dengan baik mempermudah pencapaian tujuan komunikasi.
Tujuan dalam perencanaan bisnis harus dievaluasi apakah tujuan realistis, waktu tepat, dan dapat diterima. Selain itu tujuan juga harus diuji apakah sesuai dengan kemampuan, ketepatan waktu dan orang, dan selaras dengan tujuan organisasi.
Untuk membuat perencanaan bisnis yang baik komunikator perlu melakukan analisis audiens.
Caranya adalah dengan mengembangkan profil audiens dan menganalisa pemuasan konsumen. Komunikator mengantisipasi rekasi audiens, memperkirakan jumlah, mengetahui hubungan komunikator dengan audiens apakah kenal atau tidak.

Penyusunan pesan-pesan bisnis meliputi tiga tahap, yaitu :
a) Pencanaan 
Dalam fase perencanaan (planning phase), dipikirkan hal-hal cukup mendasar, seperti yang akan menerima pesan, ide pokok (main idea) pesan-pesan yang akan disampaikan dan saluran atau media yang digunakan untuk menyampaikan pesan.
b) Komposisi
Komposisi erat kaitannya dengan penyusunan atau pengaturan kata-kata, kalimat dan paragraph. Hal ini mengunakan kata-kata yang sederhana, mudah dipahami, dimengerti dan dilaksanakan oleh si penerima.
c) Revisi
Setelah ide dituangkan dalam kata-kata, kalimat, dan paragraph, perhatikan apakah kata-kata tersebut telah diekspresikan dengan benar. Seluruh maksud dan isi pesan harus ditelah kembali, apakah sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya atau tidak.
 
Pesan-pesan yang disampaikan oleh pemimpin kepada para bawahan, terkadang tidak terorganisasi dengan baik. Hal ini menyebabkan pesan-pesan yang disampaikan tidak mengenai sasaran atau hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki.      
Dengan  mengatur ide-ide secara logis, berurutan, dan tidak bertele-tele, ide yang disampaikan akan dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan informasi, motivasi, maupun praktis bagi audiens. Mengorganisasi pesan-pesan secara baik adalah suatu keharusan dan menjadi tantangan bagi komunikator.


Hal yang perlu diperhatikan dalam mengorganisasi pesan-pesan yang baik sebagai berikut :
1.            Subjek dan tujuan harus jelas.
2.            Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan.
3.            Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan dengan cara yang logis.
4.            Semua informasi yang penting harus sudah tercakup.

Pesan-pesan bisnis harus sesuai dengan situasi yang ada. Ide-ide dapat disampaikan melalui dua saluran yaitu saluran lisan dan tulisan. Pilihan mendasar berbicara dan menulis tergantung pada tujuan dan maksud pesan audience dan karakteristik dari dua saluran komunikasi tersebut.

a. Komunikasi Lisan
Salah satu kebaikan dari komunikasi lisan adalah kemampuanya memberikan umpan balik dengan segera. Saluran digunakan bila pesan yang disampaihakan sederhana, tidak diperlukan catatan permanent dan audience dapat dibuat lebih nyaman. Kelebihan yang lain yaitu sifatnya yang ekonomis.
Komunikasi lisan mencakup antara lain percakapan antara dua orang yang tidak terencan, pembicaran lewat telepon, wawancara pertemuan kelompok kecil, seminar, workshop, program pelatihan, pidato formal dan prentasi penting lainnya.

b. Komunikasi Tertulis
Pesan-pesan tertulis dapat disampaikan melalui berbagai macam bentuk seperti surat, memo, dan laporan. Salah satu kebaikan dari komunikasi tertulis yaitu penulis mempunyai kesempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan-pesan mereka.


Sumber: 

Rabu, 11 Mei 2011

PROSES KOMUNIKASI DALAM PERUSAHAAN

Nama          : Fina Mardiah Haq

Npm           : 31209292
Kelas          : 2DD04
Dosen         : Bu Handayani
Komunikasi Bisnis (Softskill)



PROSES KOMUNIKASI DALAM PERUSAHAAN

Di dalam organisasi atau perusahaan tersebut biasanya selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan berjalannya suatu organisasi atau perusahaan , yang terdiri dari pimpinan dan karyawan atau anggota . Di antara kedua belah pihak harus terjalin two way communications atau komunikasi dua
arah atau komunikasi timbal balik . Untuk itu, diperlukan kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita – cita , baik cita – cita pribadi atau organisasi / perusahaan, untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan yang diinginkan .

Setiap proses komunikasi sekurang-kurangnya mempunyai 5 komponen, yaitu :
  1. ide atau kejadian yang diberikan
  2. komunikator yang mengadakan kegiatan perumusan berita
  3. pesan yang dirumuskan dan disalurkan
  4. menginterpretasikan pesan
  5. tujuan kegiatan pemberitaan

Karena adanya garis wewenang dalam suatu perusahaan, dengan sendirinya pola komunikasi berimpit dengan pola garis wewenang . oleh sebab itu komunikasi terbanyak mengalir secara vertikal dari atas ke bawah. Melalui garis komunikasi diberikan petunjuk, instruksi dan sebagainya. Arus komunikasi sebaliknya, dari bawah keatas membawa informasi untuk atasan yang kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Disamping itu memang terdapat pula komunikasi mendatar yang terjadi antar karyawan setingkat. Komunikasi inipun masih dalam kerangka struktur perusahaan walaupun biasanya tidak ada sangsinya. Bilamana komunikasi mendatar lebih memperoleh arti penting daripada komunikasi vertical, maka pimpinan suatu perusahaan mendapat saingan, karena informasi sengaja atau tidak sengaja akan banyak tidak sampai kepadanya.

Arus komunikasi dalam organisasi meliputi komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal. Masing-masing arus komunikasi tersebut mempunyai perbedaan fungsi yang sangat tegas.
Berikut adalah pengertian dan fungsinya :
1. Downward Communications
Downward Communications adalah komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya.
Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah :
Ø      Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
Ø       Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale)
Ø       Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices)
Ø       Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.

2. Upward Communication
Upward Communication adalah komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya.
Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah:
Ø      Penyampaian informasi tentang pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan
Ø       Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
Ø       Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan
Ø       Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.

3. Horizontal Communication
Horizontal Communication adalah tindak komunikasi ini berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara.
Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah:
Ø      Memperbaiki koordinasi tugas
Ø      Upaya pemecahan masalah
Ø       Saling berbagi informasi
Ø       Upaya pemecahan konflik
Ø       Membina hubungan melalui kegiatan bersama.

Proses Komunikasi

Proses komunikasi diawali oleh sumber (source) baik individu ataupun kelompok yang berusaha berkomunikasi dengan individu atau kelompok lain, sebagai berikut:

1. Langkah pertama yang dilakukan sumber adalah ideation yaitu penciptaan satu gagasan atau pemilihan seperangkat informasi untuk dikomunikasikan. Ideation ini merupakan landasan bagi suatu pesan yang akan disampaikan. 

2. Langkah kedua dalam penciptaan suatu pesan adalah encoding, yaitu sumber menerjemahkan informasi atau gagasan dalam wujud kata-kaya, tanda-tanda atau lambang-lambang yang disengaja untuk menyampaikan informasi dan diharapkan mempunyai efek terhadap orang lain.

3. Langkah ketiga dalam proses komunikasi adalah penyampaian pesan yang telah disandi (encode). Sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan cara berbicara, menulis, menggambar ataupun melalui suatu tindakan tertentu. Pada langkah ketiga ini, kita mengenal istilah channel atau saluran, yaitu alat-alat untuk menyampaikan suatu pesan. Saluran untuk komunikasi lisan adalah komunikasi tatap muka, radio dan telepon. Sedangkan saluran untuk komunikasi tertulis meliputi setiap materi yang tertulis ataupun sebuah media yang dapat mereproduksi kata-kata tertulis seperti: televisi, kaset, video atau OHP (overheadprojector). Sumber berusaha untuk mebebaskan saluran komunikasi dari gangguan ataupun hambatan, sehingga pesan dapat sampai kepada penerima seperti yang dikehendaki. 

4. Langkah keempat , perhatian dialihkan kepada penerima pesan. Jika pesan itu bersifat lisan, maka penerima perlu menjadi seorang pendengar yang baik, karena jika penerima tidak mendengar, pesan tersebut akan hilang. Dalam proses ini, penerima melakukan decoding, yaitu memberikan penafsiran interpretasi terhadap pesan yang disampaikan kepadanya. Pemahaman (understanding) merupakan kunci untuk melakukan decoding dan hanya terjadi dalam pikiran penerima. Akhirnya penerimalah yang akan menentukan bagaimana memahami suatu pesan dan bagaimana pula memberikan respons terhadap pesan tersebut. 

5. Proses terakhir dalam proses komunikasi adalah feedback atau umpan balik yang memungkinkan sumber mempertimbangkan kembali pesan yang telah disampaikannya kepada penerima. Respons atau umpan balik dari penerima terhadap pesan yang disampaikan sumber dapat berwujud kata-kata ataupun tindakan-tindakan tertentu. Penerima bisa mengabaikan pesan tersebut ataupun menyimpannya. Umpan balik inilah yang dapat dijadikan landasan untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi.


Sumber :
 - Buku Paket Komunikasi Bisnis, Universitas Gunadarma.

Selasa, 10 Mei 2011

UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI

Nama          : Fina Mardiah Haq

Npm            : 31209292
Kelas           : 2DD04
Dosen          : Bu Handayani
Tugas Komunikasi Bisnis (Softskill)


UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI

Komunikasi telah didefinisikan sebagai usaha penyampaian pesan antar manusia, Komunikasi dilakukan oleh pihak yang memberitahukan (komunikator) kepada pihak penerima (komunikan). Komunikasi efektif tejadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan, sehingga tidak terjadi salah persepsi.

Untuk dapat berkomunikasi secara efektif kita perlu memahami unsur-unsur komunikasi, antara lain:
1.    Komunikator (Pengirim Pesan)
Pengirim yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu. Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu komunikasi.
Komunikator dapat dilihat dari jumlahnya terdiri dari:
Ø      Satu orang.
Ø      Banyak orang dalam pengertian lebih dari satu orang.
Ø      Massa.
Apabila lebih dari satu orang yakni banyak orang- dimana mereka relatif saling kenal sehingga terdapat ikatan emosional yang kuat dalam kelompoknya,maka kumpulan banyak orang ini kita sebut kelompok kecil (saling kenal) . Atau banyak orang - realtif tidak saling kenal secara pribadi dan karenanya ikatan emosionalnya kurang kuat, maka kita sebut sebagai kelompok besar atau publik (tidak saling kenal). Komunikator yang baik, komunikator yang bisa mengontrol orang lain.

2.    Komunikan (Penerima Pesan)
Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan dan akhirnya memberi respon.

3.    Media.
Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Berupa bahasa verbal maupun non verbal, wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh, bahasa mesin, sandi dan lain sebagainya.
Terdapat dua jalan agar pesan komunikator sampai kekomunikannya, yaitu tanpa media atau dengan media. Media yang dimaksud adalah media komunikasi, media adalah bentuk jamak dari medium. Medium komunikasi yaitu alat perantara yang sengaja dipilih komunikator untuk menghantarkan pesannya agar sampai kekomunikan.
Saluran komunikasi terbagi menjadi dua yaitu :Tatap Muka yang Menyampaikan isi pertanyaan yang berkaitan dengan kepentingannya (aktivitas komunikasi) berupa pertemuan tatap muka, forum, Diskusi panel, Rapat, Ceramah .
Sedangkan dengan Media Terdiri dari media massa yaitu periodik (terbit atau berharap) seperti elektronik dan cetak sedangkan non media massa yaitu Manusia seperti kurir atau massanger dan benda yaitu elektronik dan non elektronik .

4.    Pesan.
Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh Komunikator kepada Komunikan. Kejelasan pengiriman dan penerimaan pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan komunikasi.
Pesan itu bersifat abstrak. lambang - lambang komunikasi disebut juga bentuk pesan, yakni wujud konkret dari pesan, lambang-lambang komunikasi ada dua jenis yaitu umum dan khusus, yang umum adalah mimik, gerak gerik lazim digolongkan dalam pesan nonverbal. Sedangkan bahasa lisan dan bahasa tulisan dikelompokkan dalam pesan verbal sedangkan khusus yaitu nada, gambar, dan warna. Makna pesan terbagi dua yaitu, konotatif makna yang terikat dengan konotasi, dan denotatif makna sebagai mana adanya. Semakin akrab dengan seseorang semakin verbal atau konotatif dan sebaliknya semakin jauh dengan seseorang maka semakin banyak nonverbal yang dipakai atau denotatif.

5.    Tanggapan.
Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan dalam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.
Tanggapan atau efek adalah
 Efek komunikasi yaitu sebagai pengaruh yang ditimbulkan pesan komunikator dalam diri komunikannya. Terdapat tiga tataran pengaruh dalam diri komunikan yaitu: kognitif (seseorang menjadi tahu tentang sesuatu), afektif (sikap seseorang terbentuk, misalnya setuju atau tidak setuju terhadap sesuatu), dan konatif (tingkah laku, yang membuat seseorang bertindak melakukan sesuatu) dan Umpan Balik dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan komunikator yang disampaikan kepadanya.

Fungsi dan Manfaat Komunikasi

1.    Fungsi informasi
Untuk memberitahukan sesuau (pesan) kepada pihak tertentu, dengan maksud agar komunikan dapat memahaminya.
2.    Fungsi ekspresi
Sebagai wujud ungkapan perasaan / pikiran komunikator atas apa yang dia pahami terhadap sesuatu hal atau permasalahan.
3.    Fungsi kontrol
Menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, dengan memberi pesan berupa perintah, peringatan, penilaian dan lain sebagainya.
4.    Fungsi sosial.
Untuk keperluan rekreatif dan keakraban hubungan di antara komunikator dan komunikan.
5.    Fungsi ekonomi
Untuk keperluan transaksi usaha (bisnis) yang berkaitan dengan finansial, barang dan jasa.
6.    Fungsi da’wah

Kamis, 14 April 2011

Mencapai Kesuksesan Lebih Mudah Daripada Mempertahankan kesuksessan

Mencapai Kesuksesan Lebih Mudah Daripada Mempertahankan kesuksessan

Banyak cara untuk menjadi orang sukses tetapi tidak semua orang bisa mempertahankan kesuksessannya tersebut. Sering terlintas dalam fikiran kita “jangankan mempertahankan, mencapai kesuksessan saja sangat sulit.” Itu semua salah! hanya orang-orang yang tidak mau berusaha lah yang berkata seperti itu. Sebagian dari kita mempunyai mental yang lemah, belum mecoba sudah takut gagal. Jangan pernah takut akan gagal, karena orang yang sukses pasti pernah mengalami kegagalan.

Contohnya saja Levi Strauss, siapakah dia? Anda pasti mengenal celana Levi’s bukan?  Levi Strauss adalah orang yang pertama kali mempopulerkan celana Levi’s. Proses di balik kesuksesannya sangat menginspirasi kita. Levi Strauss dilahirkan di Bavaria Eropa 26 Februari 1829.  Ketika di San Fransisco pada tahun 1850 lagi demam penambangan emas, dia mencoba peruntungan bermigrasi ke San Fransisco.  Akhirnya dia menjadi warga negara Amerika di tahun 1853.  Mengetahui kegagalannya menjadi penambang emas, Levi Strauss melihat justru ada peluang baru, dia menawarkan tenda-tenda kanvas ke para penambang.  Pekerja-pekerja tambang di sana justru sangat tertarik dengan celana panjang yang dikenakannya.  Kemudian dikembangkanlah celana denim atau jeans.  Bisnis barunya ini menjadi kesuksessannya selama ini, blue jeans “Levi’s” yang merupakan merek pertama dan terpopuler hingga saat ini.

Dengan bangkit dari kegagalan kita bisa memotivasi diri kita lebih baik lagi dan kita pun bisa memplaningkan resiko apa yang akan timbul kedepannya nanti. Karena kita pernah mengalami kegagalan jadi kita bisa memperbaikinya agar kegagalan tersebut tidak terulang kembali. Orang terkaya atau tersukses sekalipun pasti pernah mengalami kegagalan. Sekarang tinggal bagaimana kita mempertahankan kesuksessan tersebut.

Dari pengalaman Levi Strauss kita bisa belajar betapa pentingnya sebuah pengalaman, selain Levi Strauss masih banyak kisah pengalaman pengusaha sukses speperti Honda, Mc Donalds dan lain-lain. Tidak ada salahnya kita belajar dari mereka.
Jadi sebuah kesuksessan atau keberhasilan tidak lain dari sebuah kegagalan yang pernah kita alami. Jadi mulai dari sekarang bangkilah, anggap saja semua kegagalan yang pernah kita lewati sebagai sebuah kesuksessan yang tertunda.

DÉJÀ VU

 
DEJA VU  mungkin sebagian dari kita masih belum tau apa itu Déjà vu. Sedikit penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan Déjà vu.
Déjà vu berasal dari bahasa perancis yang artinya “telah melihat sebelumnya” dan memiliki beberapa variasi yaitu :
Deja vecu         : Pernah mengalami
Deja senti         : Pernah memikirkannya
Deja visite        : Pernah mengunjunginya
Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.

Sebagian dari kita pernah mengalami yang namanya déjà vu, tetapi kita tidak menyadarinya.  Jenis de javu yang sering kita alami yaitu Associative déjà vu. Jenis yang paling umum tipe déjà vu yang dialami oleh orang-orang sehat normal adalah associative secara alami. Kamu lihat, dengar, membaui atau mengalami suatu keributan yang berkaitan dengan suatu perasaan bahwa kamu berhubungan dengan sesuatu yang kamu telah lihat, mendengar, berpengalaman atau membaui sebelumnya.
Banyak peneliti berpikir bahwa jenis déjà vu ini atau Associative déjà vu adalah suatu pengalaman “ingatan dasar“ dan berasumsi bahwa pusat memori otak yang bertanggung jawab untuk itu.
Pernahkah kalian berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa kalian sudah mengalaminya walaupun kalian tidak dapat mengingat kapan terjadinya ? itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.

Selain deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari deja vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).
Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.

Selain itu ada teori yang lain. Teori ini percaya otak kita menyimpan banyak memori yang datang dari berbagai aspek kehidupan, seperti film yang kita tonton, gambar ataupun buku yang kita baca. Informasi ini kita simpan tanpa kita sadari. Sejalan dengan lewatnya waktu, maka ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan informasi yang pernah kita simpan, maka memori yang tersimpan di bawah sadar kita akan bangkit kembali.
Contoh sewaktu kecil, mungkin kita pernah menonton sebuah film yang berada di sebuah tugu atau monumen. Ketika dewasa, kita mengunjungi tugu ini dan tiba-tiba kita merasa familiar walaupun kita tidak ingat dengan film tersebut.

Saya sendiri pun pernah mengalami déjà vu, awalnya sih saya tidak tahu kalau itu adalah déjà vu. Yang sering saya alami yaitu sebuah lagu, sepertinya saya pernah mendengar atau menyanyikan sebuah lagu itu tetapi setelah beberapa bulan kemudian ternyata lagu itu baru muncul atau baru dipopulerkan oleh satu band ternama. Sebelumnya saya sempat berfikir apakah lagu ini lagu lama yang sengaja di rilis kembali, ternyata tidak ini adalah lagu baru dari band tersebut.
Selain itu saya pernah lewat disebuah jalan, tetapi jalan tersebut sudah tidak asing bagi saya. Saya merasa pernah lewat jalan tersebut, tetapi saya lupa kapan saya pernah lewat jalan itu. Ternyata itu semua hanya déjà vu, mungkin jalan tersebut pernah saya lihat disebuah film, dan selang beberapa waktu, jalan tersebut saya lalui maka dari itu jalan tersebut sudah familiar bagi saya.

Pasti diantara kalian pernah mengalami déjà vu. Jadi ceritakanlah pengalaman kalian mengenai Déjà vu.

MANFAAT POHON KELAPA


MANFAAT POHON KELAPA

Dalam klasifikasi tumbuhan, pohon kelapa termasuk dalam genus : cocos dan species : nucifera. Pohon kelapa banyak manfaatnya ulai dari batang, daun dan buahnya, semua dapat dimanfaatkan. Selain itu pohon kelapa juga dijadikan logo “Pramuka” (Praja Muda Karana) . Mungkin sebagian dari kita sudah  tau manfaat dari pohon kelapa, agar lebih jelas disini ada beberapa penjelasan dari manfaat pohon kelapa.

                                   

Ø      Batang 
Batang kelapa tua dapat dijadikan bahan bangunan, mebel, jembatan darurat, kerangka perahu dan kayu bakar. Batang yang benar-benar tua dan kering sangat tahan terhadap sengatan rayap. Kayu dari pohon kelapa yang dijadikan mebel dapat diserut sampai permukaannya licin dengan tekstur yang menarik . Batang kelapa dapat dimanfaatkan untuk membuat penopang genting rumah, biasanya pemanfaatan sebagai penopang genting masih ditemukan di desa-desa, selain itu batang kelapapun masih bisa digunakan sebagai perabot rumah tangga dan sebagainya.

Ø      Daun
Daun kelapa dapat dibuat menjadi berbagai macam benda. Misalnya bingkai lemari, hiasan janur, keranjang sampah, sapu lidi, sarang ketupat, tatakan, dan tempat buah. Kita semua tau Daun kelapa sering digunakan untuk hiasan atau janur, sarang ketupat dan juga atap rumah. Tulang daun atau lidi dijadikan barang anyaman, sapu lidi dan tusuk daging (sate). Kemudian manggar atau pangkal pelepahnya dapat dimanfaatkan untuk membuat ragi dan gula. Sementara pelepah keringnya dapat dibuat kipas, sandal, tas tangan, dan topi. Sementara pucuk daunnya dapat dibuat makanan, seperti asinan.

Ø      Buah 
Banyak dari bagian buah merupakan bahan yang bermanfaat. Sabut kelapa yang telah dibuang gabusnya merupakan serat alami yang berharga mahal untuk pelapis jok dan kursi.

Ø      Tempurung kelapa 
Tempurung kelapa dapat dibakar langsung sebagai kayu bakar, atau diolah menjadi arang. Arang batok kelapa dapat digunakan sebagai kayu bakar biasa atau diolah menjadi arang aktif yang diperlukan oleh berbagai industri pengolahan. 

Ø      Daging kelapa 
Daging kelapa merupakan bagian yang paling penting dari komoditi asal pohon kelapa. Daging kelapa yang cukup tua, diolah menjadi kelapa parut, santan, kopra, dan minyak goreng. Sedangkan daging kelapa muda dapat dijadikan campuran minuman cocktail dan dijadikan selai. 

Ø      Air kelapa 
Air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kecap dan sebagai media pada fermentasi nata de coco. 

Ø      Akar Kelapa
Akar kelapa dapat bermanfaat untuk kehidupan. Akar ini bisa dijadikan zat pewarna pada perabotan rumah tangga. Bisa juga dimanfaatkan untuk obat-obatan (dalam ukuran atau takaran tertentu).

Sedikit cerita mengenai pegalaman saya tentang manfaat pohon kelapa. Saya ingat sewaktu saya duduk dibangku Sekolah Dasar, didepan rumah saya tumbuh pohon kelapa yang cukup besar.  Dulu saya sering membantu ayah saya untuk membuat sapu lidi dari tulang daun pohon kelapa, bukan hanya itu saya diajarkan cara membuat sarang ketupat dari daun kelapa. Santan kelapa yang kita kenal bermanfaat untuk masakan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk pertumbuhan rambut kita. Dahulu sewaktu saya duduk dibangku Sekolah Dasar setiap 2 minggu sekali ibu saya selalu memberikan santan kelapa yang sudah jadi untuk  rambut saya, kata ibu saya santan ini bermanfaat untuk pertumbuhan rambut dan menghitamkan rambut.

Sebagian dari kita khususnya wanita  pasti sering mengeluh mengenai rambut yang sering bercabang dan merah, maka sebagian dari kita mewarnai rambut nya dengan cat warna hitam,  sekarang tidak perlu repot untuk pergi kesalon untuk mewarnai rambut agar hitam. Disini ada cara alami yang manjur dengan harga yang ekomis, caranya kelapa yang sudah diparut atau yang sudah dijadikan santan dioleskan ke rambut mulai dari akar rambut sampai ke ujung rambut, lakukan sebelum kita tidur malam dan setelah bangun pagi cucilah rambut dan keramas. Cobalah 1 minggu 2 kali, dalam waktu 3 bulan rambut akan terlihat indah dan hitam alami.

Kamis, 31 Maret 2011

Komunikasi Dalam Pertemuan dan Rapat

Nama        : Fina Mardiah Haq
Npm         : 31209292
Kelas       : 2DD04
Dosen       :Handayani
Komunikasi Bisnis(softskill)

Komunikasi Dalam Pertemuan dan Rapat

Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui sistem yang biasa baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.
komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang (pesan) dari seorang komunikator kepada komunikan untuk menghasilkan efek tertentu.
Dari defenisi umum dan sederhana tadi bisa terlihat sejumlah unsur penting komunikasi itu sendiri, yakni :
− Komunikator (Communicator), penyampai pesan.
− Pesan(message),lambang-lambang berarti yang disampaikan.
− Komunikan (communican), penerima pesan
− Efek(Effect), segala perubahan dalam diri komunikan yang ingin dicapai. Baik perubahan pengetahuan (koginitif), perubahan perasaan (afektif) dan perubahan prilaku (konatif/behavioural).

Saat proses komunikasi berlangsung, baik komunikan maupun komunikator mengeluarkan feedback (umpan balik) terhadap pesan yang disampaikan masing-masing.

v     Pertemuan
Dalam sebuah bisnis, pertemuan merupakan hal penting. Karena dengan pertemuan itu kita bisa mendapatakan gagasan, ide, pendapat dan saran yang dapat dijadikan bahan dasar untuk menyusun perencanaan, pengorganisasian, pelaksaan sampai dengan pengawasan.

Komunikasi bisnis yang berhasil dengan baik, adalah komunikasi yang bisa dilakukan secara efektif sesuai dengan situasi dan kondisi pada saat pertemuan berlangsung. Pimpinan yang baik, tahu dan faham benar macam dan bentuk komunikasi yang harus diterapkan saar bicara dengan bawahan misalnya, seorang salesman faham menggunakan trik-trik approach komunikasi saat akan mempersuasi calon klien atau pembeli.
Intinya, jika dilakukan dengan tepat, baik dan efektif, komunikasi akan menjadikan salah satu item penting penentu sukses tidaknya sebuah pertemuan yang sedang berlangsung dan sebagai keberhasilan bagi si perusahaan yang mengadakan pertemuan.

v     Rapat
Rapat adalah pertemuan atau Kumpulan dalam suatu organisasi, perusahaan, instansi pemerintah baik dalam situasi formal maupun nonformal untuk membicarakan, merundingkan dan memutuskan suatu masalah berdasarkan hasil kesepakatan bersama.
Komunikasi bisa kita katakan dalam konteks ini adalah sebagai cara kita untuk membuat orang lain mengerti(memahami) kita.
Berikut contoh jika kita berbeda persepsi dengan lawan bicara, misalkan  : kita hadir dalam suatu rapat organisasi, lantas dalam rapat tersebut kita diminta berbicara, lalu kita berbicara panjang lebar dan mengeluarkan kalimat-kalimat dan istilah-istilah keren seperti yang dikeluarkan tokoh2 dunia, namun kita tidak memberikan solusi apa-apa dengan pernyataan kita tersebut dan bahkan kalimat-kalimat kita yang terdengar keren tidak memberikan gambaran apapun terhadap solusi yang ingin kita tawarkan, tentunya jika kita melakukan hal tersebut kita hanya sampai pada level menyampaikan informasi. Hal yang baik akan terjadi jika kita justru menyampaikan ide dan gagasan dalam rapat tersebut, dan berlaku persuasif agar orang lain menerima dan menjalankan ide kita.

v     Komunikasi Dalam Pertemuan dan Rapat
Dalam pertemuan dan rapat seluruh peserta harus menyadari posisinya dalam forum itu. Tiap peserta hendaknya :
a. Mampu berkomunikasi dengan jujur, terbuka dan bertanggung jawab
b. Mampu berperan sebagai komunikator yang baik tapi tidak memonopoli pembicaraan
c. Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsif namun tidak emosional
d. Mampu mengendalikan diri

Setelah rapat berhasil membuat keputusan dan menyusun kesimpulan maka hasil tersebut harus di komunikasikan kepada peserta dan hasil dari rapat tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

v     Teknik Berbicara, Membaca dan Mendengarkan
Teknik berbicara :
a. jangan terlalu sering menggunakan kata “e” atau “emm” yang merupakan jedah antar kalimat.
b. ketika berbicara usahakan melihat dahi audience agar tampak seolah menatap wajah para audience.
c. nada dan ritme berbicara di usahakan datar (tidak tinggi rendah)
d. kuasai audience dengan joke segar tetapi tidak porno/jorok
e. timbulkan interaksi komunikasi yang seimbang dengan audience artinya kadangkala kemampuan mendengarkan akan lebih baik daripada berbicara untuk presentasi tertentu.

Bagi sebagian orang, berbicara di depan umum atau presentasi seringkali menjadi hal yang sulit dilakukan. Merasa malu, minder, kurang percaya diri, takut ditertawakan, atau merasa belum layak, adalah alasan yang membuat banyak kesempatan “tampil” lewat begitu saja.Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat mencoba teknik-teknik berikut:
1. Sebelum tampil di depan umum, persiapkanlah segala macam bahan untuk presentasi. Bahan presentasi sebaiknya singkat, padat dan jelas.
2. Persiapkanlah penampilan Anda saat tampil di depan umum. Ingat, penampilan yang baik dan rapi akan membuat rasa percaya diri Anda muncul. Perhatikan penampilan Anda mulai dari bawah ke atas.
3. Berlatihlah dengan cara berbicara di depan kaca atau berbicara dengan pasangan, saudara atau orang terdekat Anda. Selain itu jangan lupa siapkan intonasi, gaya bahasa, dan susunan kata yang baik. Lalu, mintalah agar mereka menilai penampilan Anda.
4. Mengevaluasi diri Anda setelah latihan. Salah satu caranya adalah dengan merekam suara Anda melalui telepon genggam, atau alat lainnya. Denga cara ini, Anda jadi tahu di bagian mana yang menjadi kelemahan dan kelebihan Anda.
5. Perhatikanlah gaya serta cara berbicara dari seorang tokoh yang dapat dijadikan panutan. Tirulah segala macam hal positif dari tokoh tersebut. Namaun, satu hal yang harus diingat, Anda harus tetap menjadi diri Anda sendiri.
6. Siapkanlah mental positif bahwa Anda bisa melakukannya walaupun untuk pertama kalinya. Tanamkan sikap percaya diri dan berpikiran positif.

Teknik Membaca :
Mengetahui bagaimana membaca yang ektif adalah suatu keahlian juga. Dapatkah anda meringkas dokoumen atau memutuskan sesegera mungkin. Bagaimana hal ini mempengaruhi anda dan apa yang harus anda lakukan. Banyak hal yang sering terjadi yang lainnya merupakan hal yang baru dan memerlukan pemikiran serius Anda harus membiasakan untuk mengutamakan sesuatu yang akan dibaca serta waktu yang dibutuhkan untuk membacanya.
Suatu teknik membaca kritis di mana :
a. Pembaca mengingat dahulu apa yang telah diketahui,
b. Membayangkan atau menentukan apa yang ingin diketahui,
c. Melakukan pembacaan (bahan yang telah dipilih)
d. Mengetahui apa yang telah diperoleh dari pembacaan yang baru dilakukan
e. Menentukan apa lagi yang perlu diperoleh (sekiranya perlu membuat pembacaan seterusnya)

Teknik Mendengarkan :
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses dalam mengirim dan menerima informasi. Apabila komunikasi yang kita lakukan berjalan baik dan lancar, maka orang lain mengerti apa yang kita inginkan. Nampaknya mendengarkan lebih mudah namun sesungguhnya mendengarkan harus didukung oleh sikap ingin tahu, sabar dan mampu mencernakan isi suara yang didengar. Untuk dapat mendengarkan dengan baik diperlukan konsentrasi dan kepekaan indra pendengaran kita.
Prinsip-prinsip untuk menjadi pendengar yang efektif adalah:
1. Tidak berbicara dan mendengarkan pada saat yang bersamaan.
2. Mencoba memahami pokok pikiran pembicara
3. Hindari gangguan dari lingkungan sekitar
4. Mencoba untuk mengendalikan emosi
5. Membuat catatan yang singkat dan jelas
6. Mencoba untuk bersikap empati (perhatian dan senyuman)
7. Memperhatikan prinsip-prinsip komunikasi non verbal
8.Bertanya pada tempatnya,tidak boleh memotong pembicaraan yang sedang berlangsung.
9. Membuat kesimpulan tentang inti sari pembicaraan
10. Memberikan umpan balik

v     Menyusun pesan
Penyusunan pesan dengan memperhatikan :
a) Pesan harus dirancang dan disampaikan sehingga menarik.
b) Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman antara komunikator dan komunikan, sehingga dimengerti.
c) Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan.
d) Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan komunikan.

Bagaimana caranya kita harus bisa menarik perhatian komunikan. Buat supaya komunikan tertarik untuk lebih ingin tahu mengenai isi pesannya. Penyajian pesan bisnis agar menarik, jelas pada awalnya, tergantung pada packaging pesan sesuai media yang digunakan.
Pada saat menggunakan media cetak misalnya, usahakan pesan bisnis yang kita sampaikan sajiannya menarik. Baik dari segi content, maupun tampilan secara keseluruhan. Bisa diakali dengan pemilihan font ( jenis huruf ), warna ataupun design grafis secara keseluruhan.